Minggu, November 20, 2011

Resensi "blitz"

Judul buku : Blitz
Pengarang : Rudiyan
Penerbit : Solusi PublishingTahun terbit : 2009
Cetakan : Pertama
Halaman : IV+284 halaman
Ukuran buku : 13x19 cm

Baca selengkapnya>>>
Rudiyant adalah seorang penulis yang belum terkenal jauh namanya.
Dia menulis novel berawal dari keikutsertaannya dalam lomba menulis yang diadakan oleh toko buku terkemuka. Dia hanya ingin coba-coba, tapi kecoba-cobaannya itu membawakan hasil yang memuaskan karena dia berhasil mendapatkan juara 2. Dengan juara 2-nya, dia ingin menulis sebuah novel awalnya. Dia berhasil menulis novel “Sabda Cinta” yang bergenre religi. Keberhasilannya dalam membuat novel pertamanya, dia melanjutkannya dengan novel kedua. Pada tahun 2002, dia mulai menulis novel yang berjudul “Blitz” yang akan saya resensi kali ini.
Blitz adalah novel yang menceritakan sekelompok anak SMU yang melakukan pendakian di Gunung Perawan. Mereka berjumlah 8 orang dan berpasangan masing-masing. Cerita mengandung mistis yang mengerikan dan tidak masuk di akal sehat. Ada sebuah kota mati di tengah hutan belantara yang masih dalam keadaan yang cukup baik. Di kota tersebut pun terdapat jalan rel kereta api yang masih bagus. Tiba-tiba di jalan raya kota mati muncul sebuah truk yang sangat kencang dan kereta api yang muncul natah darimana asalnya. Mungkin bagi kebnyakaan orang tak percaya dengan keadaan seperti itu. Dengan keadaan seperti dapat membawa novel ini menjadi menarik dan menegangkan bagi para pembaca yang masih memiliki pola pikir yang mengandung mistis.
Sayangnya, di novel ini pada awal cerita kuarang menarik, tak ada yang mengejutkan. Ceritanya terlalu monoton dan datar. Tapi, kekurangan novel ini masih tertutupi oleh keunggulan yang dijelaskan tadi. Novel ini mengambil alur maju sehingga pembaca menjadi tertantang dan keingintahuan cerita selanjutnya. Konflik yang terjadi pun semakin tegang dan mengerikan. Konflik ini terjadi antara Subhi, sang pemimpin rombongan dengan Robby, anak yang keluarganya paling kaya dari rombongan mereka.

Senin, Oktober 31, 2011

Palang Merah Remaja

Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Lihat selengkapnya>>

Sejarah

Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Austria sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Austria kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.

Pendidikan dan pelatihan PMR

Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.

Minggu, Oktober 23, 2011

Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh indonesia

Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Sejarah

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indiƫ (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Selasa, Oktober 18, 2011

HARUM BUNGA Karya Bella Jo


Apa kau mengikutiku karena kau menyukaiku?
Kau mengejarku?
Atau... kau mengekorku?
Lihat selengkapnya >>
Angin malam terasa dingin menusuk. Saat udara seperti ini, hal yang paling membuat nyaman adalah tidur di balik tumpukan lapisan selimut hangat. Itu pula yang ada di dalam pikiran seorang wanita paruh baya yang sedang membawa beberapa lapis selimut ke dalam sebuah ruangan bercat biru muda. Dia menatap sesosok gadis yang tengah tidur pulas di atas ranjang dengan tatapan hangat. Diselimutinya gadis itu dengan selimut-selimut yang dibawanya.
Tapi ada harum bunga yang mengganggu kenyamanan ruangan itu, bau ganjil yang seharusnya tidak ada di sana. Wanita itu berusaha memanjatkan doa dan menyapukannya ke seluruh penjuru ruangan dengan nafasnya. Dan bau itu pun hilang.

Aku terikat kutukan
Karena itulah aku mengikutimu
Tapi perasaanku pun tak bisa kupungkiri
Kurasa aku menyukaimu...

” Yurika, lebih baik kamu meminta ayahmu untuk membacakan doa di kamarmu sebelum kamu tidur,” saran wanita paruh baya tersebut pada anak gadisnya yang tengah asyik menggigit apel. Si gadis yang bernama Yurika itu pun menoleh,” Memangnya kenapa, Ma? Ada yang aneh dengan kamarku?”

Wanita itu memandangnya,” Apa kamu memakai parfum saat kamu tidur?” tanyanya hati-hati. Yurika tertawa,” Mama ’kan tahu aku. Aku ’kan nggak suka pakai parfum, apa lagi waktu tidur!” cibirnya. Mamanya tampak semakin cemas,” Kemarin ada harum bunga tercium di kamarmu., harum yang sangat pekat. Bau itu hilang saat Mama menyapukan doa ke penjuru kamarmu. Ini aneh sekali...”

” Hahahaha... Mama bercanda ’kan? Itu nggak mungkin! Yurika nggak percaya sama yang gituan!” tawanya sambil berlalu pergi meninggalkan ibunya. Yang ditinggalkan hanya menatapnya dengan lebih cemas lagi. ” Apa laki-laki itu akan muncul untuk anakku? Di generasi setelahku?” bisiknya.
***

Gadis itu bernama Yurika Lisa Lan, seorang gadis blasteran Indonesia-Jepang yang sekarang tinggal di Indonesia. Ibunya bernama Ririka Murasaki, wanita keturunan Jepang yang berasal dari keluarga terpandang. Di keluarga Murasaki, hanya lahir satu anak perempuan di antara sekian banyak anak dan ia  bertugas sebagai penerus sekaligus kepala keluarga. Dan hal itulah yang menjadi tanggungan Ririka Murasaki sekarang.

Minggu, Oktober 16, 2011

Israel berulah lagi

JERUSALEM (Reuters) - Israel Minggu membuat publik nama-nama dari ratusan tahanan Palestina itu akan bebas dalam pertukaran untuk prajurit Gilad Shalit sebagai bagian dari kesepakatan itu dicapai dengan Hamas.
Reuters
Terkait

Memo Dari Israel: Sebuah Kerinduan Solidaritas merumitkan Kehidupan Publik, Israel Katakanlah (16 Oktober 2011)

Israel yang menentang pembebasan para tahanan, beberapa hukuman seumur hidup untuk melayani serangan mematikan, sekarang memiliki 48 jam untuk mengajukan banding ke pengadilan tertinggi negara itu untuk mencegah rilis.

Pengadilan tidak diharapkan untuk ikut campur, namun. Kesepakatan itu disetujui hari Selasa oleh mayoritas besar di pemerintah dan memiliki dukungan publik luas.

Shalit ditangkap pada Juni 2006 oleh militan Palestina yang terowongan ke Israel dari Jalur Gaza. Dia telah diselenggarakan di wilayah yang diperintah Hamas sejak itu.

Pemulangan tentara ditangkap, hidup atau mati, telah lama menjadi isu emosional bagi Israel. Banyak telah bertugas di militer dan melihat kembali mereka sebagai sakral. Tapi mereka juga merasa sengatan dari rilis pembunuh dihukum.

Tahap pertama dari pertukaran tahanan yang melibatkan 450 pria dan 27 wanita. 550 lainnya akan dirilis dalam waktu sekitar dua bulan, menurut pejabat akrab dengan kesepakatan yang ditengahi Mesir.

Beberapa tahanan berasal dari Tepi Barat akan dikirim ke Jalur Gaza dan tahanan lainnya akan diasingkan ke luar negeri.

Satu kelompok Israel yang menentang kesepakatan itu, Asosiasi Korban Teror Almagor ', mengatakan pembebasan akan mengarah pada kekerasan lebih lanjut dan upaya penculikan dan korban merampas hak untuk hidup dalam damai.

Layanan Penjara Israel diposting daftar orang-orang yang akan membiarkan keluar di situsnya.

Di antara nama-nama yang lebih menonjol adalah Ahlam Tamimi, yang bekerja sebagai reporter dengan stasiun televisi lokal sebelum bergabung dengan sayap bersenjata Hamas. Dia menerima 16 hukuman seumur hidup untuk membantu memilih tempat untuk serangan bunuh diri dan dituduh mengambil pembom ke beberapa lokasi, termasuk sebuah restoran pizza Yerusalem pada tahun 2001, di mana 15 orang tewas.

Juga akan dirilis adalah Mohammed al-Sharatha, seorang pemimpin Hamas unit tempur elit khusus "101" yang menculik dua tentara Israel pada tahun 1989. Kedua tentara tewas. Sharatha ditangkap pada tahun 1989 dan dijatuhi hukuman tiga istilah hidup dan terpisah 30-tahun-panjang.

(Pelaporan oleh Ari Rabinovitch; Editing oleh Janet Lawrence)
Recent post from New York Times

Sabtu, Oktober 15, 2011

Musuh atau Teman ?

Wahhhhh...
Saya kok malah ambil masalah ini?
Tapi daripada tidak ada post minggu ini, lebih baik saya nagambil masalah ini aja!

Kita mulai ya...

Di dunia ini kita banyak sekali mengenal istilah teman dam musuh itu. Bahkan ada yang membuat kelompok-kelompok yang menamakan mereka itu teman. Emangnya dengan adanya kelompok itu kita dapat mempererat hub ungan pertemanan kita gitu? Menurut saya itu gak selamanya benar. Tapi faktor-faktor yang membuat itu berbeda dari biasanya. Dari satu kelompok saja kita sering denger perkelahian atau percecokan antarsesama teman. Tuh kan? Di zaman sekarang pertemanannya sangat berbeda dari sistem pertemanan yang dahulu. Di jaman sekarang, orang berteman dengan teman yang lain pasti ada maksud tertentu yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Tapi gak selamanya orang kayak begitu sih. Tapi kebanyakan orang iya. Kebanyakan musuh berasal dari pertemanan kita. Terlau banyak musuh dalam selimut, musuh yang sangat berbahaya daripada musuh yang terang-terangan kepada kita. Karena musuh dalam selimut itu menyakiti hati kita sedangkan terang-terangan, itu dapat berupa fisik ataupun kita dapat membaca langkah dia. Nah, sekarang giliran kamu. Teman dekat kamu itu teman sejati atau musuh. Berhati-hatilah kamu memilih teman. Dari menjadi teman dapat menjadi musuh. Tapi jangan salah juga loh. Dari permusuhan yang kita jalani, itu dapat juga menjadi pertemanan yang baik dengan kita.
Terakhir, saya cuman mau ngasih saran terakhir. "PILIH TEMAN YANG DAPAT MENGHARGAI DAN MENEMANIMU SELAMANYA"

Jumat, Oktober 14, 2011

Matikan HP Anda tgl 15 Oktober 2011

Setelah melihat langsung Rapat antara para Operator Seluler, BRTI, Kemenkominfo dan Komisi I di Gedung DPR-RI, 10 Oktober 2011, di mana para pemegang kebijakan ternyata tidak memiliki kebijakan untuk menangani kejahatan pencurian pulsa. Maka, dengan ini, kami menyerukan:

Lihat selengkapnya >>

1. Bubarkan BRTI…!

2. Luncurkan SIM Card bebas iklan..!

3. Matikan HP Anda pada tanggal 15 Oktober 2011 pukul 10.00 - 12.00 WIB sebagai hari bebas ponsel dan sebagai protes konsumen Indonesia pada para pihak di atas. Kami konsumen ponsel berhak untuk mematikan HP kami kapanpun. Tetapi jika seluruh Indonesia mematikan HP-nya serentak, para operator akan tahu akibatnya.

Tertanda,

Konsumen ponsel Indonesia

Komunitas Voice of Humanism

Kompasianer & Kaskuser

(Sebarkan seluas-luasnya demi konsumen ponsel Indonesia..!!)

---------------
Ini saya kasih penjelasannya:

Jumat, Oktober 07, 2011

HINDAR Karya Bella Jo, written by @ikiiey

Langit malam semakin gelap. Waktu beranjak cepat, berpindah dan berganti tanpa bosan-bosannya. Semilir angin yang menabrak dedaunan memberi peringatan pada setiap orang yang bernaung di bawah langit saat itu, hujan akan turun malam ini. Namun angin tak bisa menembus tebalnya tembok satu rumah, di mana seorang gadis sedang terlelap di salah satu kamarnya.
Lihat selengkapnya >>
RING DING DONG RING DING DONG

Diggi ding diggi ding ding ding...

Bunyi itu terdengar samar di telinga si gadis yang masih memejamkan mata. Namun dering itu terdengar semakin keras. Perlahan ia membuka matanya, pandangannya masih kabur. Ia mendapati sosok yang ia kenali sudah berdiri sambil berkacak pinggang di samping tempat tidurnya. Lelaki itu menyodorkan ponsel berwarna merah ke arahnya.

"Mira, bangun!! Sampai kapan mau tidur terus? Nih, ponselmu berisik kali dari tadi!!" Ucap lelaki itu judes. Mira mengerjap-ngerjapkan matanya tidak mengerti, "Apa, bang? Siapa yang nelpon?"
"Mana Abang tahu! Lihat aja sendiri, noh!" Ucap lelaki itu sambil meletakkan benda tipis di tangannya ke samping gadis yang rambutnya masih acak-acakan itu. Mira menguap lebar lalu menekan tombol hijau ponselnya, "Halo?" Sapanya dengan nada ngawur, mulutnya masih terbuka lebar.
"Halo, Mir!"
Mira tertegun di tempatnya. Ia mengenali suara riang ini, suara lelaki yang kadang-kadang saja bisa ia dengarkan keceriaannya. "Karel?!" Pekiknya kaget. Yang disebut hanya tertawa renyah, "Pasti baru bangun tidur, ya? Nampak kali baru loading...," goda lelaki itu. Mira tersenyum.
"Apa kabar? Udah lama Karel nggak nelpon Mira..."
"Baik-baik aja. Aku cuma mau sekedar ngasih tahu kalau aku mau ikut jalan-jalan sama teman-temanku ke Gunung Merapi di Yogya. Mau aku kirimin oleh-olehnya nanti?" Tawarnya langsung. Mira berpikir sejenak lalu menjawab, "Nggak. Dari pada Karel kirimin oleh-oleh, mending Karel aja yang pulang ke Medan!" Ucapnya. Karel terkekeh di seberang sana, " Nanti aku pulang kalau ada waktu libur lainnya. Ya udah, deh. Aku cuma mau ngasih tau itu aja."
"Hati-hati, ya, Rel!"
"Iya. Malam!"
"Malam..."
Mira menjauhkan ponselnya dari telinga. Senyumannya mengembang lebar. Namun perlahan senyuman itu pudar, hatinya menangkap satu firasat untuk menghindari sesuatu.

***


Hari berganti dengan cepat. Sudah dua minggu berlalu dan Mira tidak pernah mendapat telpon dari Karel lagi sejak saat itu. Ia sudah mencoba menelpon sahabatnya sejak kecil yang pindah ke Semarang lima tahun lalu itu, namun nomornya sudah tidak aktif lagi. Mungkin saja Karel menukar nomor ponselnya dengan nomor baru dan akan menelpon Mira nanti.

Gadis berkerudung itu terduduk lesu sambil menatap layar ponselnya. Ia mengharapkan pesan dari Karel, hanya untuk sekedar tahu kalau sahabat baiknya itu sehat-sehat saja. Dan kalau berkenan, mungkin mau berbagi cerita tentang liburannya ke Yogya waktu itu. Gadis itu menghela nafas panjang. Akhirnya ia memilih untuk membalik-balik halaman buku Biologinya, membaca untuk menghabiskan waktu. Maklum saja, ia sudah jadi siswi kelas 3 SMA.
Tiba-tiba seseorang menyenggol mejanya. Mira mendongakkan kepalanya spontan. Ia terpatung begitu melihat wajah orang yang sempat membuyarkan konsentrasinya itu. "Maaf," ucap orang itu singkat lalu langsung kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.
"Nggak apa-apa...," bisik Mira takut-takut. Matanya mengikuti ke mana orang itu pergi. Mira menelan ludah gugup. Ada helaan nafas lega yang ia hembuskan, bersyukur karena tidak perlu berurusan lama dengan orang tadi.
Orang tadi adalah Bella, teman sekelas Mira yang aneh dan agak nyentrik. Entah apa yang membuatnya selalu bertingkah aneh dan tertutup. Bahkan gadis yang seumuran dengannya itu tidak begitu suka bersosialisasi dengan warga kelas lain dan memilih untuk duduk sendiri di sudut belakang kelas dari pada mengobrol atau tertawa bersama. Anehnya lagi, Bella selalu membawa kucing bersamanya dan sering memakai benda-benda serba hitam. Sudah banyak guru yang menegurnya, tapi semua teguran itu ia patahkan dengan alasan tidak ada peraturran sekolah yang dilanggarnya lewat kelakuannya itu.
Hanya satu orang yang dekat dengan Bella, itupun karena keduanya sudah berteman sejak mereka masih kecil. Orang itu adalah orang yang sedang bicara dengan Bella sekarang, Didit. Dia lelaki berkulit gelap, berambut cepak, dan terkenal dengan ekskul rohis dan paskibranya. Tak ada yang mengerti kenapa kedua orang yang saling bertolak belakang itu bisa bersahabat sampai sekarang. Mungkin itu memang sudah takdir yang tak terhindarkan.
Didit sendiri orang yang cukup pendiam. Hanya segelintir orang yang bisa ngobrol santai dengannya, namun tak satupun wanita selain Bella. Dibanding dengan gadis nyentrik itu,
Didit jauh lebih bersahabat dengan orang lain, bahkan sangat aktif di kelas.

Selasa, Oktober 04, 2011

Pancasila Day Celebration Start Missing magic

Commemoration Day which falls on Pancasila magic October 1 each year in the nation commemorate Indonesia. This warning gives the meaning of the struggle against the communists. Unfortunately today's ceremony to commemorate the historic day was becoming obsolete. Have we already forgotten? Or does no longer appreciate the struggle of the hero? The following interview was Rahmat Sazaly newspaper reporter with the Chairman of the Board of Education Munthe Mutsyuhito Solin Medan, on Monday (3 / 10). What exactly is the meaning contained in Pancasila Day this miracle? We know, why was named Hari Pancasila supernatural powers. Namely because it has proven able to crush the communist Pancasila from Indonesia. And it saved Indonesia from destruction at the PKI coup attempt in 1965 and then. Although until now historians are still doing studies on the allegation to the perpetrators of the massacre of six generals and one lieutenant. What is expected from studies conducted our historians? It is still necessary to study and the data to reveal the facts on the events of the G 30 S / PKI. Who is the actual perpetrator who had killed the generals. Along with the change of leadership in this country, then gradually Pancasila Day on supernatural powers also began to disappear. Well, no longer a monumental memorial event is a consequence of the manipulation of history that created the authorities in the past. Because leadership is so over, so there are basically arise due to de-legitimize something that is imposed. So this study is intended to seek the truth of these facts. What causes the lack of attention again, and government agencies to commemorate the struggle of the generals that? We see for yourself, this Pancasila Day on magic in a number of schools in Medan also faded. It looks that was no longer a flag ceremony conducted as an annual routine. It is based on a lack of awareness among leaders and government agencies for at least the services of the heroes. Is this the meaning of Pancasila Day miracle is not yet integrated into our lives? Yes, for some people. This is due to a lack of ketauladanan. Though his supernatural powers Pancasila Day is a spirit and soul of every citizen of Indonesia. Pancasila is the substance of the diversity in Indonesia that contain the true values. But Pancasila was recently begun torn apart by the rampant phenomenon of inter-group conflict, ethnicity and religion and rampant corruption. (*)

Recent post from SUMUT Pos

You're not for me

It has been long we've been through

Times to cheer

Together in happiness

Tear or a smile



Remembering the first moments

String of words you say hello kasaat

Arch smile remembering your face

entertaining sorrow

Remembering your laughter jokes

Which always makes me miss



But ....

You now go tlah

Together with the more you love

Did not know that I am still waiting



Now I know

I do not deserve you

This self can not say much

Just pray and hope

With him you're happy...


 This poem reminds me of a girl who was pious and beautiful at the time I sat in class XI. I used to really love him, I'd always love her and hope. But the world and another time saying that I do not deserve him. Struggle for it is only in vain, there is another guy that loved than I am. At that time I was shocked from the incident.

The incident reminded me of a guideline that "Soul Mate THERE HANDS IN GOD", so we have to run this life with a destiny that has been outlined by the gods but we can change it with good effort and hard work.

So I let him go to the guy she loved. I'm happy to see her happy with him. I'm happy with my situation now!

Thank GOD Almighty!

I love my family and friends so much!


Minggu, Oktober 02, 2011

Minggu pertama di bulan Oktober

Di minggu pertama pada bulan Oktober tahun 2011 ini, my grandma menginap di rumahku. ada apa gerangan ya...? aku denger* sih nenek aku mau kurban di musholla dekat rumahku pdahal dkat rumah nenek ku sendiri ad masjid. tapi gak tau jg klo ada kurban dsna. klo d rumahku slalu ad kurban.. hehehhehe......


 baru tahun ini nenek aku mau kurban biasa na gak loooo! -.-
 mungkin ni salh satu trik nenek ku tuk supaya anak na yg paling besar alias kakak ayah aku tidak tau masalah kurban nii. belakangan ini nenek ku dn anak*  nenek ku pada gak suka sma anak pertama alias bukde aku. because pada blakangan blan ini bukde ku slalu memarahi nenek ku alias mamak na sendiri. bulan puasa aj pun brantem. aku gak ngerti pada bukde ku sendiri, ntah ap yg ad di pkiran na sekarg. pdahal itu adalah mamak na sendiri. aku sedih mlihat nenek ku tinggal d rumah na. bgni yaaa!
 bukde ku itu tinggal ma nenek ku, scra etmilogis sharus na dia tak tinggal dsitu... sharus na suami na hrus mncari rumah buat bukde ku... seperti kluarga aku, yang ngontrak rumah di Mabar. aku skrg mnjdi gak suka ma bukde ku iniiii. aku kasihan liat nenek ku ini.....

aku mohon dan harap pada ALLAH SWT, tlonglah jaga nenek ku, lindungi dia........



 sekaarang aku sadar, jangan lah mnyia*kn orang tua dan nenekl kita... klo bukan karena mreka. kita pasti tidak akan ada di dunia inii....

AKU BAHAGIA MEMPUNYAI KELUARGA BESAR YANG SABAR....,
TERIMAKASIH, ALLAH SWT..






Jumat, September 30, 2011

DIMANAKAH PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL SEKARANG ???


Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara etimologis, identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harfiah; ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau .
sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan.
Jadi, pegertian Identitas Nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia, dalam arti lain juga sebagai Dasar Negara yang merupakan norma peraturan yang harus dijnjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa kecuali rule of law, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara, demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.
Istilah Identitas Nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut, salah satunya : Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila & Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945.
Telah dijelaskan bahwa Konstitusi Indonesia adalah UUD 1945 dan Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Dimana yang di dalamnya tercantum beberapa aturan yang mengatur kehidupan seluruh warga Indonesia. Semua aturan yang di dalamnya telah sesuai dengan kebutuhan hidup kita, konstitusi Indonesia saja sudah mengalami perubahan. Konstitusi Indonesia berawal dari :

1.      UUD ’45 (1945-1950)
2.      UUDS 1950 (1950-1959)
3.      Konstitusi RIS (1959-1965)
4.      UUD ’45 (1965-1999)
5.      UUD Amandemen (1999-sekarang)

Apakah dengan mengubah konstitusi Indonesia membawa kehidupan Indonesia menjadi lebih baik? Memang ada sebagian besar membawa Negara ini maju daripada masa orde lama dan orde baru. Seluruh konsep dan teori didalamnya memang bagus kita pikirkan untuk Negara kiat ini. Tapi dalam prakteknya dan kenyataannya pemerintah belum melaksanakan semua teori yang didalam konstitusi Negara kita ini. Apalagi dengan dasar Negara kita “PANCASILA”. Pancasila memang dasar Negara kita, tapi dalam kenyataan kehidupan Negara Indonesia, itu hanya teori saja. Padahal Pancasila itu berguna untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pancasila itu berbunyi :

1.      KETUHANAN YANG MAHA ESA.
2.      KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.
3.      PERSATUAN INDONESIA.
4.      KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT, KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN.
5.      KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

Dapat kita lihat bahwa Pancasila itu memiliki makna yang sangat luar biasa bagi Negara Indonesia. Pancasila ini mempunyai banyak butir-butir Pancasila yang terdiri sampai 45 butir. 45 butir itu adalah bagaimana cara kita untuk mengaplikasikan Pancasila itu dalam kehidupan kita. Segai contoh kita ambil masing-masing 2 butir dari setiap isi Pancasila tersebut.

KETUHANAN YANG MAHA ESA

a.      Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

a.      Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Berani membela kebenaran dan keadilan.

PERSATUAN INDONESIA

a.      Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
b.      Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.


KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT, KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN
a.      Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
b.      Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

a.      Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
b.      Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

Dapat kita lihat di atas telah di ambil masing-masing 2 butir. Itu dapat kita jelaskan, pertama dari sila pertama, yaitu “Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.” Bangsa iIndonesia itu menghargai setiap warganya untuk menganut kepercayaannya masing-masing. Memang kita menghargai kepercayaan masing-masing, tapi ada ormas-ormas yang kurang menghargai setiap kegiatan yang dilakukan oleh umat yang beragama. Sehingga ormas tersebut merusak kegiatan umat tersebut sampai terjadinya pertentangan anatar umat beragama. Seharusnya aparat keamanan dapat menengahi pertentangan tersebut sehingga tidak terjadinya pertentangan yang berbahaya.
Sila kedua, yaitu “Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan Berani membela kebenaran dan keadilan.” Manusia harus di berlakukan sepantasnya, tidak seperti para pencuri di hakimi massa. Itu sebenarnya sudah menyimpang dari sila kedua, seharusnya para pencuri itu di bawa ke aparat keamanan. Warga Negara harus berani menegakkan keadilan, jangan seperti Nazaruddin. Dia itu sebenarnya penakut, karena setelah di Indonesia selalu bungkam dan terlalu lama untuk membeberkan semua orang yang terlibat di kasusu suap wisma atlet SEA GAMES. Kita piker, kenapa dia sangat takut? Mungkin jawabannya dia takut sama kawan-kawannya di politik. Sebagai warga Negara dia harus berani membela keadilan sampai titik darah penghabisan. Tapi pemerintah sekarang kurang membela keadilan.
Sila ketiga, yaitu “Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan dan memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.” Hampir semua orang mementingkan semua golongan, tapi ada beberapa orang lebih mementingkan satu golongan saja. Dalam pemerintahan pun terjadi seperti begitu. Seharusnya sebagai pemerintah dapat menjadi contoh bagi semua golongan. Sehingga kehidupan Negara kita pasti akan lebih maju lagi.
Sila keempat yaitu “Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dan menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.” Kita sebagai orang Indonesia semua keputusan dengan musyawarah dan mufakat. Tapi dalam kenyataannya banyak orang-orang protes dengan keputusan dari pihak jaksa, mahkamah dan unsur keputusan manapun dalam berorganisasi. Dalam siding parlemen aja, masih banyak para dewan yang tidak menyetujui keputusan pimpinan sidang. Apakah mereka memang orang kompeten dalam wakili rakyat atau tidak ??? Siapa yang harus disalahkan ???
Dan sila terakhir. Sila kelima yaitu “Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan dan tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.” Kebanyakan warga Negara Indonesia sudah rukun dan suasana kekeluargaan yang harmonis telah terjadi. Tapi ada sebagian di Jakarta masih saja terjadi bentrokan di tengah jalan besar antar dua kampung. Padahal semua menginginkan suasana yang nyaman dan tentram di sekeliling kita. Satu lagi dengan ini masalah menggunakan hak milik orang lain, kenapa dia harus berbuat begitu??? Mungkin Pancasila di pikiran dan di hatinya telah hilang. Berarti dia orang sangat bodohdan tidak berpendidikan!

Pancasila di sebagian besar di Negara Indonesia telah hilang, padahal Pancasila adalah dasar Negara kita, dasar pemikiran kita. Pemerintah pun dalam ada sebagian kecil juga menyimpang dari Pancasila. Banyak sekali kejadian yang menyimpang dari Pancasila. Akibat dari kejadian-kejadian itu, identitas Pancasila segai dasar Negara Indonesia mulai hilang. Nah, mulai sekarang kita harus mengamalkan ajaran Pancasila sehingga identitas kita sebagai warga Negara Indonesia tidak akan hilang untuk selama-lamanya. Karena Pancasila itu hanya milik Bangsa Indonesia.

[+/-]

Resensi "blitz"

[+/-]

Palang Merah Remaja

[+/-]

Palang Merah Indonesia

[+/-]

HARUM BUNGA Karya Bella Jo

[+/-]

Israel berulah lagi

[+/-]

Musuh atau Teman ?

[+/-]

Matikan HP Anda tgl 15 Oktober 2011

[+/-]

HINDAR Karya Bella Jo, written by @ikiiey

[+/-]

Pancasila Day Celebration Start Missing magic

[+/-]

You're not for me

[+/-]

Minggu pertama di bulan Oktober

[+/-]

DIMANAKAH PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL SEKARANG ???