Kamis, Maret 01, 2012

Jawaban Presentasi


Pertanyaan Tata : “Faktor penentu pesatnya pembangunan Jepang adalah masih mempertahankan nilai-nilai tradisional. Nilai-nilai tradisional seperti apa yang di maksud? Apa pengaruh dan peran nilai-nilai tersebut bagi pembangunan/kebangkitan Jepang?
Jawaban : “Nilai tersebut berasal pertama kali pada masa Restorasi Meiji (1868), yang kemudian membentuk mental orang Jepang berubah lebih baik dari sebelumnya. Karakter mulia yang dibangun Kaisar Meiji adalah karakter membaca dan menulis. Begitu tingginya kesadaran Kaisar tentang ini sehingga enam tahun kemudian (1874), wajib belajar 6 tahun sudah diterapkan di Jepang. Program pengiriman pelajar ke luar negeri digalakkan secara massif, seperti halnya program penerjemhan buku-buku pengetahuan. Mereka mengerti bahwa keunggulan literer dan intelektual adalah pilar utama yang menjadi pembangkit mereka dari keterpurukkan. Jadi jelas, bahwa ilmu pengetahuan (menguatnya budaya literasi) mampu memajukan nasib sebuah bangsa. Seperti yang dikatakan oleh Yukichi, tokoh cerita di Jepang, bahwa, ”Meski miskin, orang berilmu akan tetap berharga!”

0 komentar:

Posting Komentar

Tolong berikan tanggapan Anda!

Jawaban Presentasi

| |


Pertanyaan Tata : “Faktor penentu pesatnya pembangunan Jepang adalah masih mempertahankan nilai-nilai tradisional. Nilai-nilai tradisional seperti apa yang di maksud? Apa pengaruh dan peran nilai-nilai tersebut bagi pembangunan/kebangkitan Jepang?
Jawaban : “Nilai tersebut berasal pertama kali pada masa Restorasi Meiji (1868), yang kemudian membentuk mental orang Jepang berubah lebih baik dari sebelumnya. Karakter mulia yang dibangun Kaisar Meiji adalah karakter membaca dan menulis. Begitu tingginya kesadaran Kaisar tentang ini sehingga enam tahun kemudian (1874), wajib belajar 6 tahun sudah diterapkan di Jepang. Program pengiriman pelajar ke luar negeri digalakkan secara massif, seperti halnya program penerjemhan buku-buku pengetahuan. Mereka mengerti bahwa keunggulan literer dan intelektual adalah pilar utama yang menjadi pembangkit mereka dari keterpurukkan. Jadi jelas, bahwa ilmu pengetahuan (menguatnya budaya literasi) mampu memajukan nasib sebuah bangsa. Seperti yang dikatakan oleh Yukichi, tokoh cerita di Jepang, bahwa, ”Meski miskin, orang berilmu akan tetap berharga!”

0 komentar:

Posting Komentar

Tolong berikan tanggapan Anda!

.