Sabtu, April 07, 2012

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."
Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."

Kasih Sayang ALLAH SWT

Maha Suci Allah yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya iman. Cahayanya tidak akan menyilaukan mata, justru akan menimbulkan pendaran pada orang-orang di sekelilingnya. Meskpun tidak semua mau terkena pendarannya, tidak apa, terpenting kita telah membagi sinarNya. Karena hanya hati yang telah merasakan nikmatNya bercengkerama dengan Allah yang tak sanggup menghalau cahaya iman. Dan karena hanya Allah yang mampu membuka pintu hidayah kepada hamba-hambaNya.
Jika bukan karena kasih sayang Allah yang teramat sangat pada hambaNya, pasti Dia akan tetap membiarkan kita jatuh pada lubang kegelapan. Jangan pernah menyalahkan Allah atas keburukan yang terjadi. Hanya kita saja yang selalu menghalau kasih sayangNya.
Kita adalah sumber kelemahan, sedang Allah adalah sumber kekuatan. Allah tidak membutuhkan apapun dari kita, Dia yang menciptakan kita. Kita yang sangat membutuhkan uluran kasih sayangNya. Amat sombongnya diri kita, jika telah mampu mengucapkan bahwa apa yang kita usahakan adalah jerih payah sendiri. Amat sombongnya kita, jika dalam helaan nafas pernah berniat untuk melupakan bahwa ada campur tangan Allah di dalamnya. Rabbighfirlii...
Kita lemah, kita hina, bagai debu yang terinjak. Adakalanya derajat kita terangkat, adalah kebaikan Allah kepada hambaNya. Hanya Allah, semua karena Allah. Matahari yang terbit dari Timur kemudian kembali tenggalam di Barat. Burung-burung yang melanglang mencari rizki dan pulang dengan perut kenyang. Sehelai daun yang jatuh, semua adalah takdirnya. Tiada sedetik episode seluruh alam semesta kecuali dengan campur tanganNya.
Terjatuh, semua orang pernah jatuh. Tapi tidak semua orang tersadar sedang jatuh atau tidak. Terluka, semua orang pernah terluka. Jangan dulu menghakimi Allah. Jangan dulu menggugat Allah. Jangan dulu mengasingkan Allah di dalam fikiran terlebih di dalam hati. Jika kita lupa pun, Allah tidak merugi. Kita yang akan merugi, terhapus ketenangan di dalam hati.
Sejenak ingat Allah, sejenak saja. Rasakan kehadirannya teramat dekat melebihi urat leher. Rasakan suara kita terdengar jelas olehNya. Rasakan cerita kita berada dalam genggamanNya. Karena Allah pasti akan menggenggam segala resah, doa dan mimpi-mimpi kita.
Jika kita pernah merasa teramat jauh dariNya. Segeralah merangkak menujuNya. Karena Allah akan berlari kepada kita. Tiada lagi kebahagiaan yang mampu melebihi kebahagiaan saat hati terasa tenang kala menyebut nama Allah.
Kita hanya bisa berusaha, berusaha dan berusaha berjalan kepadaNya. Jatuh bangun kita, biar Allah saja yang tau. Biar Allah yang nilai. Sungguh, kita tidak akan bisa tanpa Allah.
Jangan pernah melihat siapa yang menulis. Karena sebagai hamba, tidak pernah terlepas dari dosa.Tapi lihatlah isinya, jika bermanfaat, maka amalkanlah.Allahua'lam.

Makna Kasih Sayang dalam Islam

Sebenarnya dalam Islam tidak mengenal Hari Kasih Sayang, kasih sayang dalam Islam terhadap sesama tidaklah terbatas dengan waktu dan dimanapun berada, baik untuk keluarga, kerabat, dan sahabat yang semuanya masih dalam koridor-koridor agama Islam itu sendiri. Nabi Saw., bersabda : "Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (H.R. Bukhari). Firman Allah swt : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paing bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal." (Q.S. al-Hujurat:13).
Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari" HR. Muslim.
Disini jelas bahwa kita dianjurkan sekali untuk saling menjaga dan menghargai antar sesama sebagai tanda kasih sayang yang mesti dihormati. Hal ini untuk menghindari berbagai keburukan serta dapat mengenal antar sesama untuk memperkuat dan menjaga tali persaudaraan. Dalam hadits Nabi saw.: "Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak bisa tidur) dan demam (panas dingin). HR. Muslim. Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi bersabda : "Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang", jadi jelas bahwa yang masuk surga itu hanyalah orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang tanpa dibarengi dengan niat-niat jelek.
Dengan datangnya Valentine's Day dikhawatirkan bagi kaum muda-mudi yang tidak mengerti akan mampu terjerumus dalam hal-hal negatif dengan mentafsirkan kasih sayang di hari yang special ini. Firman Allah swt.: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q.S. al-Israa':32), yakni perbuatan yang dilarang oleh agama baik secara terang-terangan maupun yang tersembunyi. Oleh karena itu kita mesti sadar apa arti yang sesungguhnya sebuah kasih sayang.
Selain itu pula dijelaskan dalam perkara mencintai seseorang tidaklah boleh untuk berlebihan yang akan mengakibatkan penyesalan dan sia-sia belaka, sebagai etika untuk seorang muslim Rasulullah saw. bersabda : "Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu di suatu hari dia akan menjadi kecintaanmu." (H.R. Turmidzi) dan masih banyak lagi diantara hadits Nabi saw. yang menerangkan tentang kasih sayang yang membawa kebaikan bagi umat manusia. Dengan demikian marilah kita mencontoh budi pekerti Nabi besar Muhammad saw., yang berdasarkan al-Qur'an dan Hadits sebagai jalan untuk kebaikan untuk di dunia dan hari kemudian.(media.isnet.org)

Mencari Makna Sebuah Kasih Sayang

Dalam Kesempatan Ini Saya Ingin Belajar Mengurai Makna Dari Sebuah Kata KASIH SAYANG Sebatas Kemampuan Saya Dalam Memahaminya. Maka Jika Nanti Ada Perbedaan Dengan Cara Pemahaman Anda, Mohon Dimaklumi. Karna Ini Murni Hanya Sebatas Pemahaman Saya Tanpa Berdasar Dari Kitab Ataupun Yang Lainnya.

KASIH = Kasih Dalam Arti Disini Mengasih Atau MEMBERI Sesuatu. Entah Itu Memberi Dalam Bentuk Apa, Tapi Kita Simpulkan Itu Adalah Memberi Sesuatu Dalam Hal Yang Baik. Seorang Yang Diberi Sadar Benar Kalau Dia Diberi, Dan Seorang Yang Memberi Pun Sadar Kalau Telah Memberi. Karna Memberi Dalam Arti Disini Adalah Memberi Sesuatu Yang Bisa Dilihat Mata. Entah Itu Berupa Barang Atau Berupa Perhatian. Maka Tidak Heran Jika Orang Yang Diberi Mengucap Pujian Sebagai Bentuk Rasa Terima Kasih. Sekaligus Juga Bisa Menambah Rasa Simpati Dari Seorang Yang Diberi Pada Sang Pemberi. Dan Kesimpulannya Bisa Menjadi Nilai Baik Bagi Sang Pemberi Dimata Orang Yang Telah Diberi.

SAYANG = Sayang
Dalam Arti Disini Adalah MENGAMBIL Sesuatu.
Dengan Kata Lain Mengambil Sesuatu Yang Buruk Dari Seseorang Itu. Itulah
Mengapa Sering Kita Dengar Orang Berkata. “Orang Itu Sebenarnya Ganteng, Tapi Sungguh Disayangkan Dia Tak Punya Sopan Santun”. Ataupun Mungkin Bisa Dalam Bentuk Kiasan Kata Yang Lainnya. Maka Bisa Diambil Kesimpulan Bahwa Kata SAYANG Disini Lebih Mengarah Pada Koreksi Atau Tuntutan. Sebuah Tuntutan Agar Orang Itu Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi Dari Sebelumnya. Misalnya Seorang Guru Yang Memarahi Muridnya Yang Mungkin Bandel Ataupun Karna Sebab Lainnya. Marah Yang Seperti Ini Bukan Didasari Kebencian, Tapi Justru Karena Terlalu Sayang. Sayang Jika Nanti Muridnya Akan Mengalami Kesulitan Dimasa Depan Yang Diakibatkan Dari Kelalaian Dia Saat Ini. Adapun Alasan Mengapa Harus Terlihat Seperti Orang Marah. Karna Dengan Cara Yang Terlihat Seperti Orang Marah Itulah Yang Justru Akan Menjadi Pembangkit Semangat Muridnya Untuk Segera Melakukan Perubahan. Mungkin Dari Sikapnya Terlihat Seperti Orang Marah, Tapi Dalam Hatinya Justru Ada Senyuman. Tersenyum Muridnya Akan Menuai Sesuatu Yang Lebih Baik Dimasa Yang Akan Datang. Maka Bisa Disimpulkan Bahwa Sang Guru Telah Memberikan Sesuatu, Tapi Tersembunyi. Mengapa Disebut Tersembunyi, Karna Memang Dalam Pandangan Mata Tak Ada Bukti Telah Memberikan Sesuatu. Atau Mungkin Justru Akan Memicu Timbulnya Kebencian Sang Murid Pada Sang Guru Karena Kemarahan Itu. Tapi Untuk Sesuatu Yang Lebih Baik Dimasa Depan Muridnya, Sang Guru Merelakan Diri Untuk Dibenci Demi Menjaga Sesuatu Yang Tak Diinginkan.


Dari Pemahaman Kata KASIH Dan SAYANG Diatas Bisa Disimpulkan. Bahwa Orang Yang Punya Sifat PENYAYANG, Dipastikan Juga Punya Sifat PENGASIH. Tapi Orang Yang Punya Sifat PENGASIH Belum Tentu Punya Sifat PENYAYANG. Karna Mungkin Disebabkan Dia Akan Ketakutan Kalau Nantinya Justru Akan Mendapat Balasan Kebencian. Maka Dibutuhkan Sebuah Kebesaran Jiwa Untuk Bisa Menjadi Seorang Yang PENYAYANG.


Mungkin Pernah Bahkan Sering Kali Kita Dengar Orang Berkata Bahwa “Kasih Sayang Itu Tidak Pernah Menuntut Dan Akan Menerima Apa Adanya”. Ya Memang Benar Begitulah Adanya. Bahwa Kasih Sayang Itu Bisa Menerima Apa Adanya. Tapi Nilai Seperti Itu Harus Kita Letakkan Pada Tempatnya, Yaitu Dalam Batin Kita Sebagai Dasar Utama. Karna Lahiriah Kita Tetap Harus Menuntut Agar Tercapai Sesuatu Yang Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Dan Apakah Mungkin Kita Bisa Berubah Menjadi Lebih Baik Tanpa Harus Patuh Pada Sebuah Aturan. Sebagaimana Makna Sebuah Kasih Sayang Yang Tanpa Ada Kebaikan Didalamnya, Hanya Akan Menjadi Kebohongan Dari Sebuah Pengakuan. Mungkin Kita Bisa Belajar Dari Kesadaran Serta Pengakuan Diri Kita Sendiri. Jika Kita Yakin Dan Mengakui Bahwa Kasih Sayang Tuhan Itu Adalah Sesuatu Yang Baik, Lalu Pantaskah Kita Mengisi Dengan Sesuatu Yang Tidak Baik. Sebenarnya Tuhan Tidak Pernah Mempersulit Kita Tentang Sesuatu, Jika Kita Pandai Meletakkan Sesuatu Itu Tepat Pada Tempatnya.
.
.
Ada Pun Perbedaan Tentang Nilai Kebaikan Bagi Orang Yang MENGASIHI Dan MENYAYANGI, Mungkin Hanya Tuhan Yang Tahu Pasti. Kita Hanya Bisa Belajar, Bahwa Kebaikan Yang Tersembunyi Itu Nilainya Lebih Baik Dari Pada Yang Dipamerkan. Karna Kebaikan Yang Mudah Terlihat Oleh Mata, Lebih Mudah Untuk Melaksanakan. Namun Mudah Pula Kita Kehilangan Nilai Dari Kebaikan Itu Sendiri Tanpa Kita Sadari. Maka Bagi Seorang Yang Lebih Mengutamakan Tentang Nilai, Dia Bukan Disulitkan Tentang Melakukan Kebaikan Itu. Tapi Bagaimana Cara Mengekspresikan Kebaikan Itu Agar Tak Terlalu Mencolok Terlihat Baik. Hingga Tak Akan Menghilangkan Nilai Dari Kebaikan Itu Sendiri. Maka Dibutuhkan Sebuah Cara Untuk Menyamarkan Dalam Melakukan Kebaikan Itu. Kecuali Jika Kita Sedang Melakukan SuatuKebaikan Yang Tanpa Sepengetahuan Orang Lain. Hanya Sebatas Ini Pemahaman Saya, Mohon Maaf Jika Ada Berkenan. Semata Ini Hanyalah Sebagai Tangga Awal Bagi Saya Untuk Terus Belajar.

[+/-]

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang

[+/-]

Kasih Sayang ALLAH SWT

[+/-]

Makna Kasih Sayang dalam Islam

[+/-]

Mencari Makna Sebuah Kasih Sayang