Judul buku : BlitzPengarang : Rudiyan
Penerbit : Solusi PublishingTahun terbit : 2009
Cetakan : Pertama
Halaman : IV+284 halaman
Ukuran buku : 13x19 cm
Baca selengkapnya>>>
Rudiyant adalah seorang penulis yang belum terkenal jauh namanya.
Dia menulis novel berawal dari keikutsertaannya dalam lomba menulis yang diadakan oleh toko buku terkemuka. Dia hanya ingin coba-coba, tapi kecoba-cobaannya itu membawakan hasil yang memuaskan karena dia berhasil mendapatkan juara 2. Dengan juara 2-nya, dia ingin menulis sebuah novel awalnya. Dia berhasil menulis novel “Sabda Cinta” yang bergenre religi. Keberhasilannya dalam membuat novel pertamanya, dia melanjutkannya dengan novel kedua. Pada tahun 2002, dia mulai menulis novel yang berjudul “Blitz” yang akan saya resensi kali ini.
Blitz adalah novel yang menceritakan sekelompok anak SMU yang melakukan pendakian di Gunung Perawan. Mereka berjumlah 8 orang dan berpasangan masing-masing. Cerita mengandung mistis yang mengerikan dan tidak masuk di akal sehat. Ada sebuah kota mati di tengah hutan belantara yang masih dalam keadaan yang cukup baik. Di kota tersebut pun terdapat jalan rel kereta api yang masih bagus. Tiba-tiba di jalan raya kota mati muncul sebuah truk yang sangat kencang dan kereta api yang muncul natah darimana asalnya. Mungkin bagi kebnyakaan orang tak percaya dengan keadaan seperti itu. Dengan keadaan seperti dapat membawa novel ini menjadi menarik dan menegangkan bagi para pembaca yang masih memiliki pola pikir yang mengandung mistis.
Sayangnya, di novel ini pada awal cerita kuarang menarik, tak ada yang mengejutkan. Ceritanya terlalu monoton dan datar. Tapi, kekurangan novel ini masih tertutupi oleh keunggulan yang dijelaskan tadi. Novel ini mengambil alur maju sehingga pembaca menjadi tertantang dan keingintahuan cerita selanjutnya. Konflik yang terjadi pun semakin tegang dan mengerikan. Konflik ini terjadi antara Subhi, sang pemimpin rombongan dengan Robby, anak yang keluarganya paling kaya dari rombongan mereka.


